Dalam sosialisasi kedua, Hijri Juliansyah menjelaskan Bagaimana cara memfermentasikan pupuk mikroba. Untuk tanah seluas 1 ha diaplikasikan sebanyak 3 kali langsung disemprotkan ke tanah. Untuk setiap pengaplikasiannya memerlukan 6 botol mikroba yang sudah dikeringkan dengan tiga kg gula merah dalam air sebanyak 6 liter. Kemudian difermentasi selama 3 hari.
 IMG 20211107 WA0026
Hasil permentasi ini dicairkan dengan 10 tangki air. Setiap tangki berisi air 16 liter yang kemudian dicampur dengan 600 ml konsentrat mikroba yang telah difermentasikan. 
Pengulangan pengaplikasian dilakukan sebanyak tiga kali. Aplikasi pertama dilakukan pada tanggal 31 Juli 2021
Aplikasi yang kedua dilakukan pada tanggal 05 Agustus 2021.
Juga memerlukan sebanyak 6 botol pupuk mikroba kering yang siap difermentasikan. 
Kemudian penyemprotan ketiga ke tanah sawah dilakukan pada tanggal 12 Agustus 2021.
Dengan pencampuran 6 botol mikroba kering 3 kg gula dan 6 liter air. Penyemprotan bisa dilakukan pada waktu kapan saja.  
Ketiga perlakuan penyemprotan tersebut diharapkan dapat meningkatkan PH tanah beberapa poin atau setidaknya berdampak terhadap peningkatan produksi padi yang pada gilirannya tentu akan meningkatkan pendapatan petani.
Selanjutnya, 4 kali perlakuan penyemprotan dengan konsentrat yang rendah dengan kadar konsentrat yang sangat rendah yaitu sebesar 10% akan disemprotkan ke tanaman padi. Dengan demikian 4 kali penyemprotan tersebut akan memerlukan 4 botol mikroba yang telah dikeringkan. 
Untuk setiap pengaplikasiannya yang diarahkan ke daun, satu botol mikroba dicampur dengan 500 gram gula diaduk dengan dengan 1 liter air. 
Kemudian difermentasikan selama 3 hari hasil fermentasi tersebut dibagi 10 untuk 10 tangki air.  Masing-masing tangki dicampur dengan konsentrat sebanyak 100 ml.  Penyemprotan yang dilakukan pada waktu tertentu yaitu ketika stomata daun terbuka, biasanya ketika stomata daun terbuka yaitu pukul 7 sampai dengan pukul 10 pagi. Penyemprotan ini diharapkan dapat memberikan unsur hara yang instan bagi tanaman padi yang berasal dari mikroba yang difermentasikan.